728x90

 

Haram, MUI Desak Jual Beli Uang Baru Dihentikan

CENTROONE.COM - Jelang lebaran, jual beli uang baru makin marak. Di setiap sudut jalan kota terlihat, sejumlah lapak yang menawarkan uang baru.  Namun keberadaan lapak-lapak uang baru itu membuat Majelis Ulama Indonesia meradang.

Menurut MUI Jawa Timur,  jual beli uang baru merupakan bentuk dari riba yang hukumnya adalah haram. Sesuai hukum agama, tukar menukar uang diperbolehkan sepanjang nilainya sama. Artinya uang Rp100 ribu juga ditukar uang senilai Rp100 ribu. Sedangkan untuk penukaran yang jumlahnya tidak sama, apalagi dengan akad jual beli, maka hukumnya adalah haram.

"Sudah sejak lama kita minta praktik seperti ini dihentikan karena hukum jual beli uang itu haram hukumnya. Yang jual dan yang beli sama-sama berdosa.Bagaimana kalau penukaran dengan uang asing. Itu baru diperbolehkan meskipun nilainya berbeda" kata Ketua MUI Jawa Timur Abdus Shomad Buchori, Jumat, (10/7/2015).

MUI sendiri pada tahun 2002 sebenarnya juga telah mengeluarkan fatwa bernomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang transaksi jual beli mata uang. Dalam fatwa itu disebutkan jika transaksi jual beli mata uang diperbolehkan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)

2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)

3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai. bbs

Post a Comment

 
Top