728x90

 

RACUN KEEMPAT

ABDULLAH SHALEH HADRAMI

Racun Keempat: Banyak Bergaul Dengan sembarang Orang

Ini adalah penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia dapat menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga menanamkan kedengkian yang dahsyat serta mengakibatkan kerugian dunia dan akhirat.

Dalam bergaul, hendaknya kita mengklasifikasikan (membagi) manusia menjadi dua kelompok, yang baik dan buruk. Ketidakmampuan kita untuk membedakan masing-masingnya akan membawa bencana.

Allah Subhanahu Wa Ta?ala berfirman: ?Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: ?Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur?an ketika Al-Qur?an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.? (Q.S.Al-Furqaan: 27-29)

Allah Subhanahu Wa Ta?ala berfirman pula: ?Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.?(Q.S.Az-Zukhruf: 67)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan peniup api (pandai besi). Penjual minyak wangi adakalanya memberi anda (minyak wangi), atau anda membeli darinya, atau anda mendapat bau wangi darinya. Adapun peniup api (pandai besi) adakalanya membakar pakaian anda atau anda mendapat bau yang kurang sedap darinya.?(HR.Bukhari dan Muslim.)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: ?Seseorang itu mengikuti agama sahabatnya, maka hendaklah kalian memperhatikan siapa sahabat kalian.?(Hadis hasan, diriwayatkan Ahmad, Abu-Daud, At-Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Janganlah anda berteman melainkan dengan orang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali orang bertakwa.? (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud dengan sanad hasan)

Berkata Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu Anhu : ?Janganlah anda berjalan bersama orang fajir (yang bergelimangan dalam dosa), karena dia akan mengajarkan kepada anda perbuatan dosanya.?

Berkata Muhammad bin Wasi? Rahimahullah: ?Tiadalah tersisa dari kenikmatan dunia selain shalat berjamaah dan berjumpa dengan teman (yang sholeh).?

Berkata Bilal bin Sa?ad Rahimahullah: ?Saudaramu yang selalu mengingatkanmu akan kedudukanmu di sisi Allah adalah lebih baik bagimu daripada saudaramu yang selalu memberimu dinar (harta benda).?

Berkata sebagian salaf: ?Orang yang paling lemah (tercela) adalah orang yang tidak mau mencari teman (yang baik), dan yang lebih lemah (tercela) daripadanya adalah orang yang apabila telah mendapatkan teman (yang baik) ia menyia-nyiakannya.?

Alangkah bahagianya apabila kita diberi rezki oleh Allah Subhanahu Wa Ta?ala berupa teman yang sholeh, yang selalu mengingatkan dan menasehati kita untuk tetap istiqomah sehingga kita selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga. Itulah teman yang baik dan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Allah SUbhanahu Wa Ta?ala senantiasa menyelamatkan hati kita dari segala racun dan kotorannya sehingga selalu bersih dan bersinar sampai berjumpa denganNya. Amin Ya Rabbal ?Alamin !

Maraji?:

– Al-Qur?an dan Tejemahnya.
– Al-Misbahul Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibn Katsir, Jama?ah Minal Ulama?, Isyraf Asy-Syaikh ShafiyyurRahman Al-Mubarakfuri. Penerbit Daar As-Salam, Riyadh.
– Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid. Edisi Revisi Hanya Memuat Hadis-Hadis Sahih, Cetakan th 1419 H / 1998M. Penerbit Daar Al-Aqidah Litturats, Iskandariyah.
– Tazkiyah An-Nafs, Syaikh Ahmad Farid, Edisi Lama (Belum Direvisi) Terjemah Bahasa Indonesia, Penerjemah: Imtihan Asy-Syafi?i. Penerbit Pustaka Arafah.
– Jami? Al-Ulum Wa Al-Hikam, Ibnu Rajab, Tahqiq Syu?aib Al-Arna?uth dan Ibrahim Bajis. Penerbit Muassasah Ar-Risalah, Beirut.
– Al-Mukhtar Lil Hadis Fi Syahri Ramadhan, Majmu?ah Tholabatil Ilmi, Rabhithah Alam Islami.
– Dan lain-lain.

sumber : www.kajianislam.net/2007/03/empat-racun-hati-5-dari-5/

Post a Comment

 
Top