728x90

 

RACUN KETIGA

EMPAT RACUN HATI
Abdullah Shaleh Hadrami

Racun Ketiga: Banyak Makan dan Minum

Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Karena nafsu ini pula Adam Alaihis Salam dikeluarkan dari surga.
Dari nafsu perut pula muncul nafsu kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda, dan akhirnya disusul dengan berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan memenuhi tuntutan perut.

Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.

Allah Subhanahu Wa Ta?ala berfirman: ?Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.? (QS. Al-A?raaf: 31).

Ayat ini adalah dasar ilmu kedokteran dalam menjaga kesehatan. Berlebih-lebihan pada ayat ini mengandung beberapa pengertian, diantaranya:
a). Makan dan minum yang melampaui batas sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh.
b). Bermewah-mewahan dalam makan dan minum.
c). Melampaui yang halal menuju yang haram.

Dari Miqdam bin Ma?di Karib Radhiallahu Anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Tidak ada bejana yang diisi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan (tiga sampai sembilan) untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas.?(HR.At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim, sahih)

Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma berkata: ?Allah Subhanahu Wa Ta?ala menghalalkan makan dan minum selama tidak berlebih-lebihan dan tidak ada unsur kesombongan.?

Berlebihan dalam makan mengakibatkan banyak hal buruk, ia menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan maksiat serta menjadikannya merasa berat untuk taat dan ibadah. Cukuplah dua hal ini sebagai suatu keburukan.

Dari Utsman bin Za?idah Rahimahumallah berkata: Sufyan Ats-Tsauri berkirim surat kepadaku: ?Apabila kamu ingin badanmu sehat dan ringan tidurmu, maka sedikitkanlah makanmu.?

Sebagian Salaf berujar, ?Sebagian pemuda Bani Israil berta?abud (berpuasa sambil berkhalwat). Bila telah datang masa berbuka seorang dari mereka berkata:?Jangan makan banyak-banyak, sehingga minum kalianpun banyak, lalu tidur kalian juga banyak, akhirnya kalian banyak merugi.?

Aisyah Radhiallahu Anha meriwayatkan, sejak masuk Madinah, keluarga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam belum pernah merasa kenyang oleh roti gandum selama tiga hari berturut-turut sampai Beliau wafat.(HR. Bukhari dan Muslim)

Amr bin Qais Rahimahullah berkata: Hati-hatilah kamu daripada banyak makan, karena hal itu menyebabkan kerasnya hati.

Abu Sulaiman Ad-Daraniy Rahimahullah berkata: Kunci dunia adalah kenyang sedangkan kunci akhirat adalah lapar.

Al-Harits bin Kaladah ?salah seorang pakar kedokteran Arab di masa lalu berkata: Menjaga diri dari makanan (makan seperlunya) adalah pangkal kesehatan (obat), adapun selalu makan (melebihi yang diperlukan) adalah pangkal penyakit.

Al-Harits berkata pula: Yang membunuh manusia dan membinasakan binatang-binatang buas di dunia ini adalah memasukkan makanan diatas makanan sebelum selesai pencernaan.

Ibrahim bin Adham Rahimahumallah berkata: Barangsiapa memelihara perutnya akan terpeliharalah diennya dan barangsiapa mampu mengusai rasa laparnya akan memiliki akhlak yang terpuji.

Sesungguhnya kemaksiatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta?ala itu jauh dari seorang yang lapar dan dekat dari seorang yang kenyang.

sumber: http://www.kajianislam.net/2007/03/empat-racun-hati-4-dari-5/

Post a Comment

 
Top